Menjauhi Kebencian, Mendekati Keampunan


Ketenangan jiwa adalah impian setiap insan, namun tidak semua memahami jalan untuk mencapainya. Salah satu kunci ketenangan ialah menjaga lidah dan hati kita daripada membicarakan keburukan orang lain. Rasulullah SAW mengingatkan dalam sebuah hadis: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam." (HR Bukhari & Muslim). Menjaga lidah daripada mengumpat atau memburukkan orang lain adalah langkah pertama menuju kedamaian hati.

Selain itu, Islam mengajarkan agar kita sentiasa memaafkan, walaupun kadang-kadang sukar. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-A’raf, ayat 199: "Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan kebaikan serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh." Memaafkan bukan sahaja membersihkan hati kita daripada rasa benci tetapi juga mendekatkan diri kita kepada Allah, menjadikan hati kita lebih tenang dan jauh daripada beban kebencian.


Jika kita berusaha untuk berubah namun masih merasa kekurangan, jangan pernah berhenti berdoa. Doa adalah senjata dan harapan orang mukmin. Rasulullah SAW mengajarkan sebuah doa untuk memohon kebaikan jiwa:


(Allahumma ihdini wa saddidni)
Maksudnya: "Ya Allah, tunjukkanlah aku jalan yang lurus dan luruskanlah urusanku."

Doa ini membantu kita memohon petunjuk dan ketetapan hati agar sentiasa berada di jalan yang diredhai. Sesungguhnya, perjalanan menuju ketenangan bermula dengan menjaga lidah, memaafkan, dan terus berdoa.

0/komen